Selamat datang di STAPALA.COM, situs resmi Kelompok Pencinta Alam STAN

MENGARUNG PERTAMA KALINYA

Ya gusti.. jangan dikira begitu masuk tim ORAD langsung dibolehin naik perahu, ikut ngedayung, dan nge-trip (ngarungin sungai dari start ampe finish).. para rafter pemula yang belom pernah ngerasain ngarung sama sekali haruslah bersahabat dengan trek yang akan dilalui, alias sungai itu sendiri. Walhasil, kami dipaksa (plus ancaman dera dan siksa kalo nolak) buat renang-renang di jeram yang alamak selalu bergejolak tak menentu.

STAPALA 30 SUMMITS

30 titik untuk 30 tahun stapala

STAPALA pasti sudah tidak asing lagi nama itu di pikiran kalian. Kelompok pecinta alam yang berada di kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. STAPALA itu sendiri berdiri sejak 24 November 1979, dan sampai sekarang anggotanya sudah mencapai 888 anggota, baik yang masih aktif di dalam kampus maupun yang sudah menjadi alumni dan tergabung dalam FOKSTA(Forum Komunikasi STAPALA).

PERJALANAN SUNGAI ELO DAN PROGO ATAS MAGELANG

What the?? Sungai Elo dan Progo Atas yang keduanya berada di Magelang, Jawa Tengah menjadi tempat eksekusi pengarungan anak-anak ORAD kali ini..dengan berbekal pakaian dan ongkos seadanya,, berangkatlah kami dengan tujuan mulia..merasakan sensasi jeram-jeram maut kedua sungai yang tersohor itu..

ngarung ini juga sebagai bentuk penghargaan ORAD –divisi basah (dalam arti sebenarnya) STAPALA- untuk perayaan 30 tahun STAPALA,,dan dua sungai ini menjadi salah dua dari 30 titik ekstrim yang harus ditempuh dengan berpeluh walau tanpa keluh selama nyawa masih dikandung tubuh..

PENDAKIAN GUNUNG RAUNG (7)

Malam terakhir di Kalibaru . Setelah 6 hari menyusuri hutan raung, badan ini benar-benar capek. Malam ini adalah malam terakhir kami di kalibaru. Setelah tadi makan di rumah cak Hilmi pake sayur asem, ikan laut, tempe, dan sambel pendaki, wuaaah rasanya luar biasa. Malam ini kami bereskan semua barang-barang yang akan kami bawa pulang. Alat-alat metal yang sebelumnya kami tinggal di rumah cak Hilmi kami packing lagi. Pokoknya malam ini urusan packing harus beres semua karena kereta besok berangkat pukul 07.30 wib dari stasiun kalibaru.

PENDAKIAN GUNUNG RAUNG (6)

Maaf...kami harus turun. Sejenak...kabut pun mulai menghilang kembali. Kami mulai meninggalkan tanah ini, puncak sejati gunung raung memang hanya sejenak kami jamah. Perjalanan turun pun sama ekstrimnya ketika naik tadi. Yang paling membuat jantung ini berdegup tak seperti biasanya adalah ketika harus menuruni puncak tujuhbelas. Batu tebing puncak tujuhbelas sangat rapuh mudah sekali longsor.

PENDAKIAN GUNUNG RAUNG (5)

Jembatan tipis kedua. Dari puncak kalibaru tadi sampai di puncak tujuhbelas ini titik-titik kritis ditandai dengan sebuah bendera kecil berwarna oranye. Mungkin saat TWKM kemarin bendera-bendera ini dipasang. Di depan kami adalah igir-igir kedua. Di kanan igir-igir masih berupa lerengan yang langsung berujung pada jurang. Kami satu persatu melangkah melewatinya. Di beberapa tempat kami harus sangat berhati-hati karena igir-igirnya benar-benar tipis. Kami telah sampai pada ujung igir-igir ini. Di depan kami jalur putus dan harus turun ke bawah. Rappeling menjadi pilihan wajib kami.

DIANTARA DUA PUNGGUNGAN

ketika sedang rehat pikiran dan raga.. Ditulis pada di ketika: 14 april 2009, camp7, Gunung Raung-Road to puncak sejati Raung, Diary Chekong kali ini berbeda, meskipun tiap gunung pasti ada hal baru, tetapi perjalanan ini sungguh sangat tak ternilaikan dengan materi, meskipun semua gunung menyajikan hal yang sama tentang hal ini, tetapi disini yang tersajikan memiliki karakter tersendiri.. Kekeluargaan ini,kepercayaan dan doa itu, dan ilmu yang diperoleh. Tetap ingin mengatakan bahwa gunung mengajarkan banyak evaluasi untuk pembenahan kepribadian.

PENDAKIAN GUNUNG RAUNG (4)

Camp terakhir sebelum tebing itu. Setelah puas ngerasain tanjakan yang bener-bener muantap abiz akhirnya pukul 13.10 wib kami tiba di pos IV/pos bagong ( 3023 mdpl ), pos terakhir sebelum summit attack ke puncak sejati Raung. Pos IV ini sangat pas-pasan untuk didirikan 2 tenda. Di atas pos ini ada shelter satu lagi, pas untuk mendirikan satu tenda. Dari pos IV ini pemandangan dapat kita lihat dengan sangat luar biasa indahnya. Nelangsa hati ini melihat sampah banyak bertebaran di pos ini. Sedikit demi sedikit kami bakar sampah itu agar dapat mengurangi kotornya pos IV ini.

PENDAKIAN GUNUNG RAUNG (3)

POS II / Pos Semar RGS (1452 mdpl) – MALAM II. Pos II lumayan luas mungkin cukup untuk mendirikan 5 buah tenda. Pos ini dikelilingi oleh pohon-pohon besar. Di pos ini juga terdapat tandon air dari jerigen dan tanah yang dilobangi lalu dialasi dengan trashbag. Tenda pun segera didirikan, cak To mencari kayu bakar untuk membuat api unggun. Saia membuat jemuran dari webbing. Malam itu kami isi dengan bercakap-cakap, saia sempat menelpon orang rumah, dikabari bahwa adik saia keterima di SMP favoritnya. Alhamdulillah...!!!

PENDAKIAN GUNUNG RAUNG (2)

Dan kaki inipun harus mulai berjalan... Minggu, 12 April 2009. Pagi pun menjelang, mentari lambat laun muncul dari peraduannya, seakan mengingatkan kami tentang hari ini, tentang langkah kaki yang harus kami mulai hari ini. Pagi itu kami mulai dengan sholat subuh, lalu ngeberesin tempat yang kami buat tidur semalam. Hari itu musholla akan digunakan untuk ngaji anak-anak kecil kampung Kalibaru wetan. Kami pindah tempat “nongkrong” ke rumahnya cak Hilmi, carrier kami tinggal di musholla.