Periode Tanpa Aktivitas (1981-1984)

Seluruh anggota stapala pada periode ini telah menyelesaikan kuliahnya. Angkatan 77 dan 78 telah lulus dan ditugaskan di pelosok Indonesia. Sebagian anggota Stapala yang tersisa ketar ketir dengan sistem DO yang waktu itu sangat ketat. Dan angkatan 79 memang kurang menyukai kegiatan-kegiatan mendaki gunung, “ Ujar Amoen Jogasara (048/SPA/85). Mereka yang berangsur-angsur meninggalkan kampus, meninggalkan kegiatan-kegiatan stapala. Praktis aktivitas organisasi terhenti. Regenerasi tidak berjalan.

Tahun 1982/1983 ketika Stapala sudah tidak dikenal lagi di Kampus STAN, Acara2 kegiatan alam bebas seperti perkemahan dan Hiking dikordinir oleh bidang pencinta alam Senat. Ada 2 (dua) orang yang sangat giat menularkan hobby jalan-jalan di Kampus STAN saat itu, yaitu Igor Maninjau (045/SPA/85) dan Heliantono alias Assue (057/SPA/85). “ Gua sama sekali tidak mendengar ada Stapala ketika itu”, cerita Assue. Banyak mahasiswa yang melakukan kegiatan alam bebas secara sendiri-sendiri, maupun dikordinir oleh Bidang Pencinta Alam Senat.

Masa kekosongan ini adalah pelajaran yang begitu penting buat organisasi Stapala. Kurangnya perhatian terhadap kaderisasi bisa membuat organisasi mati sebelum berkembang. Walau sejujurnya, walau tanpa Stapala, kegiatan-kegiatan outdoor tetap ada, dan tidak pernah berhenti sama sekali.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*