Pesona Muram Kab. Karimun
Sekitar 3 minggu yang lalu petualangan ini dimulai (walaupun dalam kerangka dinas). Merapat di pelabuhan Tanjung Balai suasana kota tua mulai terasa. Kota ini sebagian besar dihuni oleh etnis Tiong Hoa dan Melayu. Tidak ada bayangan sebelumnya penulis menapaki pulau ini disambut dengan panasnya pantai Keramat dekat mess Bea Cukai Karimun dimana banyak anak-anak kecil bermain dengan semacam alat windsurfing yang tentunya TRADISIONAL sungguh anak-anak yang kreatif.
Perjalanan dilanjutkan menuju penghujung utara pulau ini melewati bukit-bukit granit yang kokoh untuk menuju sebuah pantai yang terkenal indah yaitu Pantai Pelawan dan Pantai Pongkar. Dengan senyuman khas melayu kami disambut dengan es kelapa muda dan durian yang enak sekali.
Hari mulai beranjak malam, maka kamipun segera kembali ke hotel. Ternyata petualangan baru saja dimulai. Di Karimun sektor usaha terbesar adalah Prostitusi Ilegal. Tiap menit selalu ada langkah kaki wanita panggilan menuju kamar satu ke kamar lainnya. Sungguh serasa hidup di lokalisasi.
Setelah penat selama 10 hari di lingkungan seperti itu kami bergegas menuju pulau Buru dimana masih banyak satwa liar seperti monyet dan babi hutan. Parahnya tidak ada listrik disini. Kami satu tim serasa kembali ke masa lampau. Namun sungguh justru saat itulah kami menemukan kedamaian hidup.
Hari berikutnya beralihlah kami ke pulau Kundur yang kabarnya memiliki pesona wisata yang unik yaitu "Batu Kelamin" di mana terdapat bongkahan batu besar yang mirip dengan bentuk (maaf) penis dan vagina. Dari penduduk sekitar diketahui katanya apabila bisa menggeser batu tersebut untuk saling berdekatan maka rejeki akan senantiasa berlimpah bagi yang berhasil.
Lepas dari batu kelamin sekitar maghrib sembari pulang menuju hotel kami mampir di Batu Tujuh. Lagi-lagi kami menemukan banyak sekali prostitusi ilegal di sini dimana "ape-ape" dari Singapura melampiaskan birahinya pada wanita-wanita Indonesia.
Sebelum tidur saya berpikir betapa murahnya harga diri bangsa ini dilihat dari begitu mudahnya melepas kehormatan kepada warga asing demi lembar demi lembar dollar. Miris hati ini.........
Mungkin cukup sekian dulu kisah petualangan saya nantikan posting-posting berikutnya.
Ceritanya yang detail kok
Ceritanya yang detail
kok keburu2 amat sih
jadi gak jelas yg mo diceritain apaan...???