TOS Kembali Berjaya di Merbabu National Orienteering Competition

Tim Orienteering STAPALA atau akrab disebut dengan TOS, kembali menorehkan prestasi dalam ajang kompetisi orienteering nasional yang dilaksanakan di Taman Nasional Gunung Merbabu, yaitu Merbabu National Orienteering Competition (M-NOC) pada tanggal 25-26 Maret 2017. Melalui tim putrinya, TOS 2 yang terdiri dari Meiliana “Turus” Eka Inayati bersama Rizqi “Ncep” Nurlaili Septia berhasil meraih juara ke-2 pada kategori umum putri yang diikuti oleh 34 tim kategori sama, yang berasal dari Jakarta hingga Jawa Timur baik Mapala maupun komunitas orienteering.

Orienteering yang mudah kita sebut sebagai lari dengan peta dan kompas sebagai pemandunya, adalah olahraga yang membutuhkan skill navigasi dengan menggunakan kedua sarana tersebut untuk menyelesaikan suatu lintasan dari titik kontrol satu ke titik kontrol berikutnya dalam waktu sesingkat mungkin pada medan yang belum dikenali sebelumnya. Sedangkan kompetisi MNOC ini merupakan kompetisi orienteering dengan tipe score event dan dikerjakan secara tim yang terdiri atas 2 orang. Berbeda dengan orienteering tipe cross country yang mempunyai aturan main setiap poin pada peta harus di sapu bersih oleh peserta individu dan diselesaikan secara berurutan. Pada tipe ini, masing-masing tim diberikan kebebasan untuk mengejar titik kontrol manapun di dalam peta dalam batas maksimal waktu 4 jam, dan tim yang menang adalah tim yang berhasil meraih poin tertinggi.

Kompetisi M-NOC yang mengambil lokasi orienteering di wilayah basecamp pendakian Gunung Merbabu antara Cuntel dan Thekelan, diawali dengan para peserta melakukan registrasi dan technical meeting di Taman Nasional Gunung Merbabu daerah Cuntel pada pukul 4 sore. Kemudian selepas waktu maghrib, peserta dibawa menuju basecamp pendakian via Thekelan. Pada hari Minggunya, semua peserta kembali dibawa dengan kendaraan truk dan pick up menuju tempat start untuk melakukan upacara pembukaan dan mengambil titik start. Akan tetapi, hujan deras dan angin kencang tiba-tiba turun di lapangan upacara, mengakibatkan start pertandingan pun turut tertunda dan panitia memutuskan untuk memindahkan titik start setelah hujan reda.

             Dingin yang dirasakan akibat baju beserta sepatu yang basah terkena hempasan air hujan oleh angin, ternyata tidak menyurutkan semangat kami para Tim Orienteering STAPALA. Setelah waktu tunggu yang diberikan oleh panitia, kami kembali berkesiap dan sudah tidak sabar menjajal track lari yang belum kami ketahui medannya ini. Selain tim putri, STAPALA turut mengikutsertakan tim umum putra yaitu Sirojul “Saha” Abrori dan Imanishi “Pleci” Dwi Alfiansyah, serta Eko “Gokong” Santoso yang berkolaborasi dengan Sispala dari Kota Magelang. Pukul 9 kompetisi akhirnya di mulai, TOS 2 mendapatkan kloter ke empat beserta 9 tim lainnya. Panitia menghitung mundur aba-aba dan melepas para peserta dengan melambaikan bendera start tepat pada pukul 09.28 WIB.

Semua tim berhamburan berlari sambil membuka peta yang telah dibagikan panitia, begitu dengan TOS 2 yang dengan tenang melakukan orientasi medan menggunakan kompas, kemudian mengatur strategi untuk mencapai titik-titik kontrol yang ingin disapu. Berbagai bentuk track pun tak gentar dilewatinya dengan kesabaran dan kekompakan untuk saling menguatkan serta motivasi. Mulai jalanan beraspal yang datar hingga sangat menanjak, perkebunan dan persawahan warga, hingga bukit-bukit terjal yang berisiko pun dilalui selagi waktu masih mencukupi. Hingga hampir 3 jam berjalan, 11 titik dari keseluruhan 20 titik kontrol yang tersedia di peta telah berhasil di sapu oleh TOS 2. Meski masih menyisakan waktu 1 jam lebih, TOS 2 memutuskan untuk mengejar garis finish setelah menimbang keputusan secara bijak dan dirasa poin yang didapatnya sudah cukup dengan total poin sebanyak 1450.

Para panitia bersorak sorai menyambut kedatangan Turus dan Ncep. Berselang setengah jam, disusul kepulangan Gokong, Saha, serta Pleci. Terlihat belum banyak tim lain yang memutuskan pulang ke garis finish seperti kami. Hingga batas waktu maksimal 4 jam pada pertandingan telah terlampaui, masih terlihat tim-tim lain yang berdatangan dengan wajah-wajah bekas perjuangan. Setelah waktu ashar, seluruh peserta kembali berkumpul untuk menikmati pentas budaya lokal yaitu tarian reog yang diiringi dengan gamelan jawa dan alat musik modern. Ketika waktu pengumuman kejuaraan tiba, TOS 2 berhasil dibuatnya tercengang.

Hari Minggu yang menjadi salah satu hari baik bagi Turus dan Ncep yang berhasil menempati peringkat dua teratas, tim dengan perolehan score terbanyak ke-2 dari 34 tim kategori umum putri. Binar keceriaan tampak pada senyum dan mata Tim TOS 2 sehingga mantap melangkah ke atas podium untuk menerima penghargaan. Hanya rasa syukur yang terucap atas diberikannya motivasi baru untuk semakin giat berlatih dan rajin mengikuti kompetisi selanjutnya. Orienteering, olahraga dan kompetisi yang mengukur batas kemampuan intelektualitas kami.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*